Ada yang Hilang

Tapi aku tidak sadar. Setidaknya sampai hari ini, saat Ibu memanggil aku yang baru sadar dari tidur siang.

Mbak, kenapo mbak ndak semangat nyari kerjo kayak dulu, waktu mbak mau kuliah. Dulu mbak semangat nian, sampe les ke bandung untuk biso kuliah. Padahal orang kuliah itu untuk biso kerjo, kenapo malah ndak semangat

Dalam.

Hingga mampu mengusik pikiranku.  

Ternyata itu jawabannya. Semangat, adalah satu hal yang bertanggung jawab atas kemageran yang mendera di kehidupanku saat ini. Aku akui, memang aku tidak begitu bersemangat untuk mendaftar ke berbagai lowongan pekerjaan. Karena memang aku tidak punya alasan mengapa harus bekerja. Ibuku masih punya uang untuk aku bisa makan. Aku masih bisa hidup nyaman. Dan aku tidak merasa satu kekuranganpun.

Menyedihkan ya? Sudah besar, tapi masih saja senang hidup di kandang orang tua. (Aku yakin 100% semua orang tua akan kesal membaca tulisanku. Miyane ayah ibu)

Lalu, faktor lain adalah, lantaran aku merasa sudah terlalu sering mendapatkan kegagalan dari setiap lamaran kerja yang aku kirim. Bukan hanya tidak memenuhi kualifikasi, tapi aku memang sadar, aku tidak memiliki kemampuan yang para recruiter itu inginkan.

Terlebih saat aku melihat sosial media, sebut saja linked in. Aku melihat ada orang yang mengambil jurusan sama sepertiku, bidang yang sama pula, lulus di tahun yang sama denganku dan dari kampus ngetop di Australia sana. Ia telah mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan bidangnya, sedang aku belum juga dapat. Sungguh, saat itu aku merasa bahwa aku memang tidak ada apa – apanya.

Lengkap sudah. Bukannya membuat aku bangkit, tapi hal itu malah membuat aku semakin terpuruk. Beberapa ocehan dari Ayah dan Ibupun tak kunjung aku dengar. Lalu akupun bertanya, kemana semangatku? Kenapa ia menghilang?

Setelah aku ingat – ingat lagi. Kenapa dulu aku begitu bersemangat untuk les hingga ke pulau jawa hanya untuk kuliah, tak lain dan tak bukan adalah karna aku punya tujuan. Aku ingin bisa berkuliah di ITB. Di kampus yang sangat aku idam – idamkan. Sesederhana itu.

Ternyata, lebih dari semangat, aku kehilangan tujuan hidupku. Aku tidak tahu harus kemana dan bagaimana. Bagaimana mungkin aku bisa sampai ke satu tujuan yang bahkan aku tidak punya.

Ada satu yang hilang dari diriku.

Tapi setidaknya sudah kutemukan, waktu sore tadi.

p.s semoga semangat tidak pernah hilang dari kalian 🙂

Jambi, 9 Desember 2020

Ditemani surat lamaran yang belum selesai aku tulis dengan tangan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s