Pengalaman Wawancara Kerja Fugro : Bagian Satu

Setelah diminta secara halus oleh tim blogsri, akhirnya saya kuatkan tekat untuk mengaktifkan kembali blog ini dengan tulisan yang lebih bermanfaat. Dan mengapa menulis tentang Fugro? Jawabannya karena perusahaan ini adalah satu – satunya perusahaan yang meng-interview saya hingga detik ini. Meskipun belum rejeki, setidaknya tulisan kali ini bisa bermanfaat untuk pembaca di luar sana yang tertarik untuk bergabung di Fugro.

Vessel Fugro (damen.com)

Mendapatkan Informasi Pekerjaan

Pertama kali saya tahu Fugro dari job ads yang ada di Linked in. Tepatnya pada bulan Mei 2020 lalu, saat saya sedang pusing – pusingnya thesis. Karna terlalu pusing dengan thesislah, saya coba melamar pekerjaan. Eh ternyata, ada perusahaan Fugro Jakarta yang sedang membuka 2 posisi; technician dan geotechnical engineer. Tanpa ragu – ragu, saya langsung klik apply untuk 2 posisi tersebut dan segera menyelesaikan proses pendaftaran.

Tidak Ada Kabar

Karena sudah ditegur oleh Prof untuk fokus ke thesis daripada mencari kerja, akhirnya saya menyetop segala bentuk pelarian saya dari kejenuhan menulis thesis kembali ke kegiatan menulis thesis. Dari beberapa aplikasi yang saya masukkan di bulan Mei, sebagian sudah memberi feedback kalau saya tidak qualified, tapi Fugro memang unik. Saya sama sekali tidak diberi pemberitahuan mengenai aplikasi saya. Hinggga akhirnya, hari itu tiba.

Telepon dari Jakarta

Siang hari Jumat tanggal 28 agustus 2020 di perpustakaan NCKU. Sebuah panggilan dari nomor Jakarta masuk ke handphone saya. Panggilan dari Fugro. Saat itu saya dihubungi oleh bapak Nurmansyah, lead HRD di perusahaan tersebut. Beliau menyampaikan bahwa CV saya tersaring untuk bisa ikut wawancara untuk posisi technician. Kami pun sepakat wawancara akan dilaksanakan pada hari senin tanggal 31 agustus. Saya diberikan form data diri yang harus saya isi berikut dengan ekspektasi gaji yang saya inginkan. Butuh waktu lama bagi saya untuk mengisi form tersebut sekaligus butuh saran dari orang – orang yang berpengalaman.

Menghubungi Orang-orang Terdekat

Saya yang kebingungan dan excited bukan kepalang akhirnya langsung bertanya dengan relasi saya yang telah lebih dulu melewati proses wawancara dan bekerja di korporat. Saya bertanya tentang wawancara, dan jawaban apa yang sebaiknya saya jawab. Ada satu kakak tingkat yang meminta saya memberikan jobdesk dan requirements dari pekerjaan tersebut. Saya katakan, bahwa saya akan diwawancarai untuk posisi technician yang mensyaratkan pendidikan diploma. Bodohnya saya, saya tidak sadar kalau diploma tesebut maksudnya D-3 atau D-4, yang saya tahu diploma itu adalah bahasa inggris dari ijazah. Haha. Sudahlah, saya pikir yang saya butuhkan adalah pekerjaan, dan uang yang banyak dari perusahaan besar. Mau mengisi posisi technician pun, saya rasa fair – fair saja untuk fresh graduate seperti saya.

Saya juga bertanya soal rentang gaji yang saya harus masukkan. Ada yang menyarankan saya untuk mengisi “sesuai standar perusahaan” dan ada yang menyarankan saya untuk mengisi nominal mulai dari rentang 4 juta hingga 7 juta rupiah. Keduanya memiliki alasan yang masuk akal bagi saya. Namun pada akhirnya, saya menuliskan rentang gaji berdasarkan kebutuhan hidup sesuai standar Jakarta. Ngomong – ngomong, gaji adalah hal yang sangat saya pusingkan waktu itu, dan ternyata pada saat wawancara, gaji sama sekali tidak dibahas. Huft.

31 Agustus 2020: Hari Wawancara

Wawancara saya saat itu langsung wawancara user dengan Pak Bonari selaku lead geotechnical sekaligus HRD, Pak Nurmansyah. Di sesi awal, saya diminta untuk menjelaskan tentang diri saya, kemudian wawancara berlanjut dengan penjelesan mengenai job-desk. Saya cukup terkejut, karna Pak Bonari mengatakan bahwa posisi yang saya lamar adalah posisi di bagian offshore. Hal itu berarti jika saya terpilih, maka saya akan menguji tanah di laboratorium yang ada di kapal (vessel) selama 2 – 3 bulan tergantung durasi proyek. Pak Bonari juga bertanya mengenai,

“Adakah olahraga rutin yang saya lakukan?”

Dan,

“Apakah saya sanggup bekerja lebih dari 8 jam sehari?”

Saat itu, pertanyaan dari beliau benar – benar menciutkan nyali saya untuk bekerja di perusahaan ini. Bagaimana tidak, awalnya saya mikir saya akan kerja di bisnis darat dan masuk ke hutan mengambil sample tanah, namun ternyata saya salah –informasi tanah di pedalaman laut lepas adalah hal yang mereka cari.

Terakhir, giliran pak Nurmansyah yang bertanya, beliau bertanya mengenai apa kelebihan saya. Pertanyaan tersebut adalah pertanyaan tricky yang seharusnya saya jawab dengan kelebihan di bidang kompetensi kerja –namun tidak saya jawab demikian.

Ada satu percakapan yang sangat disayangkan pada saat wawancara tersebut. Saat itu, saya mengatakan bahwa saya hanya ingin bekerja disana kurang lebih 2 – 3 tahun saja, dan ingin segera lanjut S-3 untuk menjadi dosen. Para senior yang saya beritahu pengalaman saya mengatakan bahwa itu kesalahan fatal, intinya saya bodoh. Karna kata mereka, mana ada perusahaan yang mau meng-hire karyawan hanya untuk 2  – 3 tahun. Tentu perusahaan menginginkan kita untuk bekerja mengabdi dalam rentang waktu yang lama. Semoga pembaca tidak melakukan hal bodoh seperti saya ya!:D

Bukan Rejeki Saya

Mendengar beberapa komentar dan masukan dari senior membuat saya pesimis. Namun tidak berhenti berharap. Meskipun tidak ada kabar dari pihak Fugro, saya berinisiatif untuk menanyakan perihal hasil wawancara tersebut. Bukan tidak beralasan, saat itu saya telah menyandang status ex-mahasiswa, dan mendapatkan pekerjaan adalah hal yang saya idam – idamkan. Tak berselang lama, sebuah email dari Fugro masuk ke email saya, menyatakan bahwa aplikasi saya tidak dapat diteruskan. Sayapun berterimakasih kepada pengirim email dan meski dengan berat hati dan melanjutkan proses pencarian pekerjaan saat saya masih berada di Taiwan.

Bersambung…

.

.

Meskipun kurang informatif, semoga ada pelajaran yang bisa pembaca ambil ya!

Dan semoga, job-seeker di luar sana segera mendapatkan pekerjaan terbaik dari sisi Allah:D

.

.

Jambi, 15 Desember 2020

Hari terakhir pengumpulan berkas lamaran dari lowongan pekerjaan yang kesekian.

11 thoughts on “Pengalaman Wawancara Kerja Fugro : Bagian Satu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s