Sulit Berbagi

Apa sulitnya berbagi? Untuk orang yang memiliki perasaan yang ingin selalu berkompetisi dan menjadi yang terbaik, mungkin berbagi adalah hal yang sulit dilakukan. Meskipun alasan ini tidak berlaku untuk semua orang, namun itulah alasan mengapa dulu aku sulit sekali berbagi dengan orang lain.

Ohiya, mari persempit ruang lingkupnya, berbagi disini adalah berbagi informasi berharga. Dalam hal ini bisa berbentuk informasi beasiswa, lomba, ataupun pekerjaan.

Mari memutar waktu ke belakang bersamaku. Dulu, aku selalu diwanti-wanti dengan seseorang untuk tidak membagi informasi mengenai beasiswa atau apapun kepada orang lain.

Sewaktu di MAN

Aku ingat, saat kelas 3 MAN, aku memiliki keinginan untuk melanjutkan kuliah di salah satu sekolah kedinasan. Sekolah Tinggi Transportasi Darat, tepatnya hihi.

Aku diwanti-wanti untuk tidak membagikan info pendaftaran sekolah ini -yang bahkan aku lupa dapat darimana. Tapi karena sulit menjaga informasi, salah satu temanku akhirnya tahu, dan jadilah. Dari 60 anak kelas 3 di MAN, hanya kami berdua yang mengikuti tes sekolah kedinasan tersebut.

Hasilnya? Nihil. Tidak satupun dari kami lolos di sekolah tersebut.

Tak lama dari pengumuman, aku secara tak sengaja memberi tahu temanku yang lain bahwa aku mengikuti seleksi sekolah tersebut, dan ia menanggalkan sebuah pertanyaan yang masih aku ingat, hingga kini,

“Yah cul, ngapo dak ngasih tau aku?”

Aku lupa, alasan macam apa yang aku coba jelaskan padanya. Apapun itu, tentu aku tidak mengatakan bahwa aku telah diprogram untuk tidak membagi “informasi berharga” kepada banyak orang.

Masa Kuliah

Ternyata, kebiasaan-buruk-tersebut, masih melekat saat aku duduk di bangku kuliah. Aku masih dengan santainya, pelit berbagi informasi, kali ini informasi lomba.

Ada satu hal yang hampir menggoyahkan prinsip “malas berbagi informasi” yang aku anut sedari dulu. Ialah saat aku mewawancarai Bang Umar Rivaldy Pulukadang, seorang mahasiswa berprestasi dari teknik tambang. Saat itu aku ditugaskan oleh pimpinan di LPM GS Unsri untuk keperluan konten mahasiswa berprestasi.

Dari banyaknya kalimat menginspirasi yang bang Umar jelaskan saat itu, satu hal yang aku ingat adalah pesannya untuk gemar berbagi informasi, dan jangan sampai pelit, karena saat ada orang yang sukses dari kita, tentu menjadi kebahagiaan juga untuk kita.

Begitu katanya.

Meski saat itu aku mengangguk tanda setuju, pesan tersebut tak kunjung aku praktikkan, karena aku tetap berpegang dengan prinsip buruk yang aku anut.

Me right now: hey tri kecil, apa sulitnya berbagi informasi -_-

Paska Kampus

Masih berpegang dengan prinsip buruk, aku yang lulus di pertengahan tahun-pandemi-2020, harus menghadapi kenyataan pahit bahwa mendapat pekerjaan yang awalnya sulit, menjadi sulit sekali bagi lulusan baru sepertiku.

Aku saat itu masihlah aku yang jika mendapat informasi, kali ini mengenai lowongan pekerjaan, tidak akan mau berbagi ke teman-teman lain, terlepas apakah lowongan tersebut aku apply ataupun tidak.

Namun, di penghujung tahun 2020, aku mengenal seseorang yang terus mengingatkan untuk melakukan kebaikan dengan cara berbagi, dan ia adalah……

Bersambung dulu ya, baca di halaman selanjutnya!

Jakarta Selatan, 6 April 2021

Ditulis di balkon kosan, ditemani udara malam dan langit tanpa bintang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s