Wawancara Teknis Fugro

On duty – Fugro.com

Bismillah, Assalamualaikum all.
Tulisan ini merupakan lanjutan dari postingan pengalaman wawancara fugro yang bisa diklik disini

Ok, Mari kita rampungkan pr yang tidak ada deadlinenya ini.

Pulang Ke Indonesia

Sesampainya di Indonesia, pada bulan Oktober 2020, aku yang jobless saat itu bukannya semangat mencari kerja, malah sibuk galau dan sok sok merasa sedang berada di quarter life crisis (padahal kan seharusnya muslim ga kenal ya yang namanya quarter life crisis ye kan). Karena bosan dengan rutinitas pengangguran, akhirnya aku meminta ayah untuk mengajari aku menyetir mobil yang sering nganggur di garasi.

Di sore hari, saat sedang latihan muter muter track yang becek akibat diguyur hujan (yang membuat ayah ngomel setiap ban mobil masuk ke dalam lubang), sebuah panggilan dari nomor tidak dikenal menyapa handphone-ku. Aku yang awalnya mengira itu dari mas mas kurir, ternyata salah besar. Nyatanya, panggilan itu datang dari bapak Nurmansyah, lead HRD Fugro.

Bapak Nurmansyah menyampaikan bahwa aplikasiku akan diteruskan (hellooo setelah engkau bilang aplikasiku tidak dilanjutkan, kini engkau memanggilku kembali, are you serious?) ke tahap wawancara teknis, dan akan dilaksanakan 3 hari mendatang. (Kenapa sii musti buru-buru melulu, Fugro?) Aku yang mendengar berita tersebut, langsung sakit perut dan tak bisa konsentrasi mengendarai mobil pulang lol.

Wawancara dimulai

Hari wawancara tiba, masih menggunakan media yang sama, Microsoft Teams. Wawancara kali ini melibatkan geotechnical service line manager Fugro Singapore, Ms. Nancy, satu orang India, satu bapak-bapak alumni ITB, dan tentunya Bapak Nurmansyah dan Bapak Bonari.

Setelah dipersilahkan mengenalkan diri secara singkat, kini giliran aku mendengar banyak hal dari mereka. Dari percakapan selama interview yang berlangsung selama kurang lebih empat jam tersebut, beberapa poin penting dalam wawancara kali ini adalah:

  1. degree is matter, karena aku memiliki gelar master, Ms. Nancy bilang bahwa Fugro respects my degree, thats why aku dipanggil kembali untuk interview di posisi lab engineer;
  2. di dalam CV, aku mencantumkan bahwa aku memiliki kapabilitas bahasa mandarin dasar, dan itu membuat Ms. Nancy tertarik denganku (aku bahkan sempat diwawancarai dalam bahasa Mandarin, fyi);
  3. Fugro telah men-teken proyek offshore wind turbine di Taiwan, vessel mereka sudah mendarat di Taichung, mereka mengaitkan itu dengan backgroundku sebagai lulusan dari Taiwan;
  4. pengalamanku sebagai asisten riset di proyek scaled offshore wind turbine model menjadi hal yang dibahas pada wawancara;
  5. bekerja di vessel tidak mengenal waktu (termasuk saat ramadan), seasick adalah hal yang fatal;
  6. Ms. Nancy sering mem-publish paper terkait beberapa proyek unik yang ia jalani, ia juga sering diundang untuk menjadi guest lecture di NUS, and that what makes me adore her. Dan yang terpenting, dia adalah member dari ASCE (what a goal). Ini berarti perusahaan ini adalah perusahaan yang ramah riset dan selalu haus dengan inovasi;
  7. aku ditanya apa yang aku pikirkan saat pertama kali mendaftar di posisi ini, dan aku membayangkan aku pergi ke hutan untuk mengambil sampel tanah dan melakukan analisa terkait hal itu, dan Ms. Nancy bilang kalau imajinasiku keliru lol;
  8. Vessel Fugro in Asia don’t provide halal food, kecuali Fugro UAE *mari bekerja di Fugro Dubai 🙂

Tes Teknis

Setelah wawancara selesai, kini saatnya Bapak Bonari mengetes technical skill-ku. Untuk teman-teman yang ingin meng-apply posisi geotechnical engineer atau yang berkaitan dengan itu, mari disimak

  1. Tes excel: memindahkan data, sorting data, memindahkan grafik utuh ke sheet baru, menggunakan formula sederhana dari data yang sudah ada, mengeprint halaman.
  2. Tes microsoft word: mencari kata yang typo, menambah header footer termasuk penomoran halaman, membuat tabel, mengeprin halaman.
  3. Tes Geotechnical Engineer: klasifikasi lapisan tanah dari berbagai macam data yang disediakan langsung dari pengujian Fugro + alasannya (ini yang bikin pusing lol)

Sounds easy, doesn’t it? Go give a try, then 😀 Btw soalnya tentu lebih banyak dari itu ya, namun penjelasan di atas dirasa cukup untuk menggambarkan bagaimana tes yang kemungkinan akan teman teman hadapi jika meng-apply posisi ini 🙂

Penyesalan

Saat itu aku mengatakan kalau aku belum pernah belajar mengenai soil investigation selama aku berkuliah S2, dan reaksi pak Bonari tampak menyayangkan hal tersebut. Saat diujipun, lebih banyak Pak Bonari yang menjelaskan karena aku tak henti-hentinya bertanya dan mencatat lol.

Yep, semuanya akan terasa lebih mudah kalau aku belajar dan tahu apa yang akan aku hadapi. nyatanya, aku tak bisa bilang bahwa aku menyelesaikan masalah yang diberikan dari Bapak Nurmansyah dan Bapak Bonari dengan cepat dan tepat, terlebih di bagian geotechnical engineeringnya.

Terlepas dari gagalnya aku di perusahaan tersebut, setidaknya ada banyak pelajaran yang aku dapatkan dari tim interviewer yang bersedia meluangkan waktunya untuk Tri Kurnia Rahayu.J ini. Dan sekarang pertanyaannya apakah aku sedih? Tentu. Apakah aku masih belum ikhlas? Sepertinya iya, karena setiap aku melihat gedung AD. Premier di Jl. TB Simatupang aku selalu merasakan bahwa gedung tersebut seperti menarik aku untuk berkunjung. Ya, suatu saat ini, saat sudah pulang dari Dubai, insyaaAllaah :D.

Sekian, semoga bermanfaat. Semoga Allaah memudahkan kalian dalam menghadapi interview di posisi yang kalian idamkan. Aamiin 🙂

(Akhirnya kelar juga T^T)

Jakarta Selatan-Tangerang, 26 Mei 2021

Ditemani keramaian di dekat antrian kapal terbang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s